
Malang, Kamis (12/02/2026) – Himpunan Program Studi Tadris Matematika dan Himpunan Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Universitas Al Qolam Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) 2026 di Laboratorium Universitas Al Qolam Malang.
Kegiatan ini mengusung tema : sinergi antara angka dan kata sebagai fondasi dalam membentuk pemimpin muda yang berwibawa, berkarakter, serta memiliki keterampilan kepemimpinan.
Kegiatan yang dihadiri sekitar empat puluh mahasiswa dari Prodi Tadris Matematika dan Tadris Bahasa Indonesia ini berlangsung dengan penuh antusias.
LDKM dirancang sebagai wadah pembinaan karakter serta penguatan keterampilan kepemimpinan mahasiswa melalui materi, diskusi interaktif, studi kasus, dan simulasi.
Rangkaian acara meliputi sambutan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, diskusi organisasi, doa bersama, penyerahan cinderamata, hingga sesi foto bersama.
Pada kesempatan tersebut, materi disampaikan oleh Al Farizi, Selaku Demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Al-qolam Malang Periode 2025/2026 sekaligus Demisioner Ketua Himpunan Tadris Bahasa Indonesia.
Dengan materinya yang berjudulkan “Leadership: Karakteristik Pemimpin Mahasiswa yang Efektif”, Al Farizi menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan sebuah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.
Al Farizi menjelaskan bahwa seorang pemimpin mahasiswa yang efektif harus mampu mengarahkan serta menggerakkan anggotanya untuk mencapai tujuan bersama dengan mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi.
Tanggung jawab, kemampuan menekan ego, keterbukaan terhadap kritik dan saran, serta sikap mengayomi menjadi karakter utama yang harus dimiliki seorang pemimpin.
Selain itu, konsistensi antara ucapan dan tindakan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan tim.
Materi ini juga membahas keterampilan dasar kepemimpinan yang perlu dimiliki mahasiswa, seperti kemampuan berbicara di depan umum, pengambilan keputusan, negosiasi, dan penyelesaian konflik. Keterampilan ini dinilai penting agar pemimpin mampu menyeimbangkan antara akademik dan organisasi, menjaga kekompakan tim, serta menyampaikan gagasan secara efektif.
Di era perkembangan teknologi yang pesat, pemimpin mahasiswa juga dituntut untuk adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai peluang inovasi. Al Farizi menekankan bahwa dalam organisasi, bukan banyaknya kegiatan yang menjadi tolok ukur keberhasilan, melainkan dampak dan hasil yang dihasilkan.
Oleh karena itu, pemimpin yang diberi amanah harus mampu berpikir positif, visioner, dan senantiasa mengutamakan kepentingan bersama demi kemajuan organisasi.
Melalui kegiatan LDKM 2026 ini, diharapkan lahir generasi pemimpin muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan berintegritas tinggi.
Sinergi antara logika matematika dan kekuatan bahasa menjadi simbol bahwa kepemimpinan yang kuat lahir dari keseimbangan antara ketegasan berpikir dan kecakapan berkomunikasi.

Penulis : Aditya Al Farodhis
Sumber Gambar : Huwarul Aini
Editor : Siti Rohma
